Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
28 Jun 2024 287 pembaca ADMIN PKK Legok

JAHE

JAHE (Zingiber officinale)

Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan budaya yang membanggakan. Salah satunya, UNESCO menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) pada 2023.

UNESCO melalui situs webnya menyebutkan jamu menjadi salah satu bentuk budaya, karena pembuat jamu membuat resep yang disesuaikan dengan usia, gaya hidup, hingga masalah kesehatan pelanggan. Jamu dibuat murni dari beragam tumbuhan dan rempah-rempah, salah satunya jahe, yang khasiatnya sudah dirasakan masyarakat Tanah Air bahkan dunia.

Jamu juga salah satu bentuk pengobatan herbal yang sudah dipraktikkan di Indonesia sejak abad ke-8. Salah satu yang terkenal, dalam penjualan jamu keliling, adalah minuman jahe hangat dengan sedikit madu atau gula merah. Minuman ini biasanya dikonsumsi setelah menenggak jamu pahit, sehingga lidah kembali terasa nyaman.

\

Jenis Tanaman Jahe

Meski jahe adalah salah satu dasar bumbu dapur, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu bentuk jahe. Kementerian Pertanian dalam situs web resminya menyebutkan jahe termasuk tanaman terna yang bagian daunnya terlihat seperti pelepah.

Dari tanaman terna itu, rimpang jahe berada di bagian akar dan merupakan modifikasi bentuk dari batang, bagian luarnya ditutupi daun yang berbentuk sisik tipis tersusun melingkar. Rimpang jahe berbau harum. Berdasarkan warna kulitnya, ada yang putih dan ada yang merah.

Menurut ukurannya, jahe ada yang berukuran besar atau kecil. Inilah sebabnya jahe dikenal dengan tiga kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah.

Kandungan Gizi dan Zat Aktif pada jahe

Pusat Nasional Informasi Bioteknologi (NCBI) National Library of Medicine dalam situsnya menyebutkan jahe adalah salah satu anggota keluarga akar-akaran yang terdiri dari kunyit dan kapulaga. Ada lebih dari 1.300 spesies tanaman jahe yang berbeda di seluruh dunia.

Aroma kuat yang dihasilkan jahe berasal dari keton, kandungan utama dalam rimpang tersebut yang disebut gingerol. Jahe mengandung vitamin C, vitamin B6, mikronutrien seperti magnesium, potasium, tembaga, mangan, serat, dan air.

Jahe juga tinggi fitokimia dan polifenol. Gingerol, shogaol, dan paradol adalah tiga komponen aktif utama dari terpen yang ditemukan dalam jahe. Ukuran porsi yang disarankan berkisar antara 170 miligram (mg) hingga 1 gram bubuk sehari.

Sederet kandungan dalam jahe dan metabolitnya saat dikonsumsi, diprediksi akan berkumpul di saluran pencernaan dan memberikan efeknya dengan menghilangkan rasa sakit melalui efek anti-inflamasi, menenangkan sistem pencernaan melalui efek karminatif, dan mengurangi rasa mual.

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.